Ehh ehh!!! Twenty one be one ada rencana reunion. Mo acara perpisahan sama mewex sekaligus rayain jule b’day. So friends, hari kamis tanggal 30 kita ketemuan di mantos yah, jam 1 siang. Fix fix fix, mumpung ada waktu, jalan yuk. Tanggal 29 malem, masih bimbang nih. Eh, tiba-tiba dapet sms dari Debora, katanya “cha, besok mo pigi nda?”. Mari kita berpikir… kalo mo pigi,, nda da doi sih. Tapi,, kapan lagi mo ngumpul-ngumpul n ngeliat kegilaannya mewex and temen-temen lain. Kangen juga nih,. Sama temen2 kelas ku tersayanngg… so,,, smsnya Debora dibalas.. dan kita rencananya bareng dari tomohon, sama esa. Sampailah juga keesokan harinya. Jam setengah 12 cabut dari rumah, sampe di terminal tomohon jam 12 lewat satu menit. Deboranya udah nongol tuh. So skarang tinggal nungguin esa sama inri. Inri nyampe, tiba-tiba Debora angkat suara… julianya gag jadi dateng… sooooo……. Plan changed. Esa nyampe, kite berempat nyabut ke manado. Celotah celoteh di jalan, eeehhh,,,, mewex nelpon. Katanya “making pa qt pe rumah jo”. Ya udah,. Tujuan skarang rumah endru mewengkang. Nyampe terminal karombasan, nae oto malalayang, turun di depan suber murni, bis itu naik ojek ke jalan mangga. Bener bener dah gag terlupakan. Naik ojek gitu loh!!!! Ampir kelewat lagi nyampe rumah endru… untung aja bang ojeknya dah tau. Wkkkwkwkwk… endru nyambut kedatengan kita dengan wajah yang gag mandi-mandi dari pagi. Uuuuhhhh,… BAUUU ANDREW!!! Hehehehehehhehhheheehhe!!!!! Ngobrol-ngobrol,. Gag lama kemudian, tibalah sepasang suami istri yaitu nofri and noni. Hahahhahahaha!!!! So now,. Mari kita makan-makan. Banyak makanan ternyata di rumah endru. Huh!! Untung aja di rumah loe ada persiapan mew… coba kalo nggak… katanya loe kan gag punya duit buat nraktir kite2. Wkkkkwkwkwkwwkkwkkwk!!!!! Tapi thanks ya mew….. met jalan deh buat loe!!! Kalo udah di metropolitan sana jangan lupa kita=kita ya,…… lagiannn,. Qypa kwa ngana nda iko deng torang da bafoto di blakang mall. Pake singgah –singgah lagi. Maklum lah mewex,,. Kite-kite ngerti kok…. Ciiiieieeeeeee!!!!! Ya udah,. Be careful ne… remember, world is danger.. ciiiiaaaahhhh!!!! Kuca!!! Tu kata2 kwa ja carii… for temen-temen laeng,. Eeh,. Nanti bajalan ulang ne,… dadadddadadaddaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!! Miss yu much!!!!
Entries categorized as ‘Uncategorized’
5 KIAT RUMAH SEJUK TANPA AC
July 19, 2009 · Leave a Comment
2. Minimalkan masuknya cahaya matahari siang. cahaya matahari siang bisa menjadi faktor yang mempengaruhi peningkatan suhu ruangan. caranya, lengkapi jendela dengan window shade yang akan membantu mengurangi jumlah cahaya yang masuk.
3. Jarak plafon dengan lantai cukup tinggi. Jarak plafon dengan lantai adalah 2,75m-4m. ketinggian plafon memberikan ruang yang cukup untuk perputaran dan pertukaran udara.
4. Gunakan material atap yang memantul panas, misalnya genting keramik.
5. Buat kolam atau taman di area dalam rumah (innercourt) yang membantu menurunkan suhu ruangan. Agar tidak membuat udara di dalam ruangan menjadi lembab, seimbangkan dengan cahaya matahari yang masuk.
disarikan dari
Harian Tribun Manado
5 Juni 2009
Categories: Uncategorized
MASA REMAJA, REFLEKSI ABSTRAK PENENTU MASA DEPAN
March 8, 2009 · Leave a Comment
Dalam proses kehidupan, manusia pasti melewati berbagai tahapan. Mulai tahap dalam kandungan, tahap bayi, tahap kanak-kanak, tahap pubertas, tahap remaja, tahap dewasa, sampai tahap usia lanjut. Setiap tahap ini memiliki jangka waktu tertentu yang di dalamnya disertai dengan tampaknya berbagai hal tipikal yang menjadikan setiap tahap tersebut memiliki ciri yang khas. Tahapan-tahapan tersebut terangkai menjadi satu, yang diistilahkan dengan tahapan perkembangan manusia. Tahapan perkembangan ini merupakan suatu hal yang niscaya tidak dapat dielakkan ataupun dihindari oleh kita semua. Karena dalam tahapan perkembangan ini, sudah pasti disertai dengan perubahan. Dapat dikatakan, perubahan merupakan komposisi yang memiliki persentase terbesar dalam tahapan perkembangan manusia. Perubahan yang terjadi pada tahapan perkembangan manusia mencakup segala aspek kehidupannya. Bisa berupa perubahan fisik, ataupun perubahab sikap dan mental. Contoh perubahan fisik adalah bertambahnya berat badan dari bayi menjadi kanak-kanak, sampai dewasa. Sedangkan contoh perubahan sikap, misalnya jiwa kanak-kanak yang mulai berkembang untuk memfokuskan diri pada hal-hal yang disebut prioritas dalam hidup. Adanya saling keterkaitan antara tahap-tahap perkembangan tersebut, mendorong kita untuk memahami mengenai tahap-tahap tersebut. Saling keterkaitan yang dimaksud dapat dianalogikan dengan prinsip kerja waktu, antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Ketiga aspek waktu ini memiliki hubungan yang dapat diformulasikan sebagai berikut; “Masa kini adalah hasil dari masa lalu, dan masa depan merupakan hasil dari masa kini”. Demikian pula dengan tahap-tahap perkembangan yang dilewati manusia. Masa remaja merupakan hasil dari masa kanak-kanak, masa dewasa merupakan hasil dari masa remaja, begitu pula dengan masa lanjut usia, yang merupakan hasil dari masa dewasa. Berdasarkan formula hubungan yang tercantum di atas, kita dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa dalam tiap tahap perkembangan terjadi proses. Proses-proses inilah yang nantinya akan menentukan hasil dari tahap tersebut, yakni tahap perkembangan selanjutnya. Proses-proses ini sangat terkait dengan suatu hal yang dinamakan perubahan (yang telah dijelaskan pada paragraf sebelumnya). Rangkaian keseluruhan proses yang disertai perubahan, mengiringi setiap alur perkembangan tahap-tahap kehidupan. sehingga seringkali hal ini menimbulkan sesuatu yang terjadi di luar dugaan. Hal ini bisa berupa perubahan yang teramat drastis dalam hidup manusia. Berbicara mengenai perubahan yang sangat drastis, dapat kita temukan pada satu tahap perkembangan manusia, yakni pada saat masa peralihan. Salah satu masa peralihan yang di dalamnya terkandung banyak perubahan drastis adalah pada saat peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Masa ini disebut juga masa remaja. Masa remaja merupakan kelanjutan dari masa pubertas. Masa remaja ini berlangsung sekitar 10 tahun.Dalam masa ini, peralihan ditandai dengan gejolak dan ruang ketidakpastian. Hal ini dimaksudkan remaja bisa dikatakan orang dewasa yang masih bersifat kekanak-kanakan, tetapi anak-anak yang ukuran tubuhnya sudah terlampau besar. Kata “remaja” berasal dari bahasa latin yaitu adolescere yang berarti to grow atau to grow maturity (Golinko, 1984 dalam Rice, 1990). Banyak tokoh yang memberikan definisi tentang remaja, seperti DeBrun (dalam Rice, 1990) mendefinisikan remaja sebagai periode pertumbuhan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Papalia dan Olds (2001) tidak memberikan pengertian remaja (adolescent) secara eksplisit melainkan secara implisit melalui pengertian masa remaja (adolescence). Menurut Papalia dan Olds (2001), masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun. Menurut Adams & Gullota (dalam Aaro, 1997), masa remaja meliputi usia antara 11 hingga 20 tahun. Sedangkan Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13 hingga 16 atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 atau 17 tahun hingga 18 tahun). Masa remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurlock karena pada masa remaja akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa dewasa. Papalia & Olds (2001) berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa antara kanak-kanak dan dewasa. Sedangkan Anna Freud (dalam Hurlock, 1990) berpendapat bahwa pada masa remaja terjadi proses perkembangan meliputi perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan psikoseksual, dan juga terjadi perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan cita-cita mereka, dimana pembentukan cita-cita merupakan proses pembentukan orientasi masa depan. Sebenarnya setiap peralihan tahap perkembangan manusia mengandung banyak perubahan yang drastis, namun pada saat ini lebih difokuskan pada peralihan masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Karena masa remaja dianggap sebagai salah satu masa penting dalam proses kehidupan. Hal ini disebabkan karena banyaknya masalah yang timbul mengenai masa remaja, oleh karena masa remaja ini merupakan masa peralihan yang tergolong sulit. Masalah itu muncul dapat disebabkan karena remaja mengalami tekanan dari banyak faktor, baik internal maupun eksternal. Yang merupakan faktor internal adalah faktor yang datang dari dalam diri sendiri. Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang berupa tuntutan lingkungan yang seolah memaksa remaja untuk segera cepat menyesuaikan diri dengan berbagai macam situasi hidup. Kita dapat mengatakan bahwa masa remaja itu penting, jika kita mengetahui cirri-ciri masa remaja berikut. Pertama, masa remaja sebagai periode yang penting, karena pada masa remaja lebih banyak mempengaruhi sikap dan perilaku secara langsung dan cepat, jika dibandingkan dengan tahap masa akhir anak-anak. Kedua, masa remaja sebagai periode peralihan, dimana peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa ini menimbulkan suasana ketidakjelasan dan keraguan yang berwujud dalam bentuk masih bercampurnya masa kanak-kanak ke dalam diri seorang remaja dan mulai tumbuhnya sikap orang dewasa meskipun masih terlihat abstrak. Ketiga, masa remaja sebagai periode perubahan. Hal ini meliputi perubahan emosi, perubahan tubuh, minat, dan peran, perubahan nilai-nilai, serta ambivalensi. Ambivalensi merupakan sikap yang mendua-dua atau mau tapi juga tidak mau. Hal ini biasa terjadi pada remaja dalam bentuk keinginan untuk mengekspresikan diri dengan kebebasan dari orangtua, namun juga disertai rasa takut untuk mempertanggungjawabkannya apabila salah digunakan. Ambivalensi ini menjadi salah satu persoalan konflik internal yang cukup culit diatasi oleh para remaja. Keempat, masa remaja sebagai masa pencarian identitas. Dalam proses pencarian identitas ini, remaja berusaha untuk menyeleksi figure-figur yang dianggap dapat mewakili semua yang menjadi keinginannya. Atau bisa juga dengan mengaktifkan diri dengan ikut terlibat dalam aktivitas-aktivitas sosial di sekitar lingkungan. Kelima, masa remaja sebagai usia bermasalah. Dalam hal ini, para remaja biasanya menemukan kesulitan dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Hal ini bisa terjadi karena remaja tersebut tidak terbiasa dalam menghadapi masalah (dari masa kanak-kanak), ataupun karena remaja tersebut tidak ingin orang lain mencampuri urusannya, sehingga ia menolak campur tangan orang lain (terutama orang dewasa) yang ingin membantunya. Keenam, masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan. Hal ini bisa disebabkan karena ketidakseimbangan informasi yang beredar mengenai remaja dan masanya. Ketidakseimbangan ini disebabkan karena informasi negatif mengenai remaja lebih dominan dibicarakan di permukaan dibandingkan informasi positif mengenai remaja. Sehingga hal ini menimbulkan sebuah paradigma negative di tengah masyarakat, yang mengatakan bahwa remaja merupakan sosok pembuat onar, yang hanya tahu membuat kekacauan. Ketujuh, masa remaja sebagai masa yang tidak realistik. Mengapa dikatakan tidak realistik? Karena remaja cenderung melihat segala sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkannya. Sehingga apabila ia sadar bahwa hal tersebut tidak sesuai keinginannya, maka ia akan kecewa dan terbawa emosi, sehingga menambah peluang untuk kontribusi remaja dalam daftar masalah. Kedelapan, masa remaja sebagai ambang masa dewasa. Dalam ciri ini, seorang remaja berusaha untuk mengidentikan diri sebagai orang yang benar-benar siap menjadi dewasa, dengan melakukan perubahan-perubahan yang dapat mengindikasikan bahwa remaja tersebut telah pantas disebut orang dewasa. Berdasarkan uraian cirri-ciri masa remaja di atas, kini kita dapat menyimpulkan bahwa masa remaja teramat masa yang penting dalam hidup manusia. Untuk itu, kita perlu mengetahui kiat-kiat yang dapat mendorong kita untuk mewarnai masa remaja dengan indah dan benar. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan tugas perkembangan masa remaja. Tugas perkembangan adalah pekerjaan atau perilaku yang harus dilakukan seorang remaja selama berada dalam masa remajanya. Berikut ini beberapa uraian tugas perkembangan remaja, yaitu menerima keadaan fisik, mandiri dalam emosi, mampu membina hubungan dengan slawan jenis, mengetahui kemampuan diri sendiri, dan mampu mengembankan perilaku social yang bertanggungjawab. Dengan menerima keadaan fisiknya, seorang remaja dapat mengefektifkan keadaan fisiknya untuk menunjang tugas perkembangan lainnya. Sedangkan dalam hal mandiri dalam emosi, seorang remaja mesti mampu untuk mengendalikan emosi tanpa campur tangan orangtua. Lalu, seorang remaja pun harus mengetahui apa yang menjadi kemampuannya, dan berusaha untuk mengoptimalkan kemampuan tersebut, sehingga itu bisa menjadi manfaat tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi sesamanya. Selain itu, mengembangkan perilaku sosial dengan melibatkan diri dalam organisasi-organisasi yang sesuai takaran seorang remaja. Kelima tugas perkembangan di atas dapat membantu kita untuk menempatkan diri, dam membuat kita berusaha menjadi remaja unggul yang dibutuhkan jasanya…
Categories: Uncategorized
